Connect with us

Olahraga

Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta

Published

on

Pemain persija jakarta riko simanjuntak

Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di Liga Indonesia.

Persija didirikan pada 28 November 1928, tepat sebulan setelah Sumpah Pemuda, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu-19 April 1930.

Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso yang merupakan Pembina Persija. Kelompok pendukungnya bernama The Jakmania.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Kemenangan Perdana Persiraja Banda Aceh, Fakhrurrazi Quba Pertahankan Rekor

Published

on

By

Skor Akhir Persiraja VS Persik Kediri (Foto : Persiraja Official)

Sabtu, 14/03/2020 (JARRAKPOSACEH) –Persiraja Banda Aceh Bertandang Ke Stadion Brawijaya Kediri dalam pertandingan pekan ketiga Liga 1 2020. Di laga tersebut, Persiraja sukses membuat Persik keok di kandang sendiri.

Selepas kick off, kedua tim langsung tampil dengan tempo cepat. Persik mengandalkan kecepatan sisi sayap. Sedangkan, Persiraja menerapkan serangan balik kilat.

Laga baru berjalan 2 menit, Persiraja sudah mampu menggetarkan gawang Persik. Adalah Defri Rizky yang sukses membobol gawang Persik usai menerima umpan matang Miftahul Hamdi.

Usai tertinggal 0-1, pemain Persik Kediri berusaha bangkit mengejar ketertinggalan. Skuad Macan Putih terus membangun serangan deras ke daerah pertahanan Persiraja. 

Pada menit 24, Persik memperoleh peluang melalui situasi bola mati. Sayangnya, tendangan bebas yang dieksekusi oleh Jefferson Oliveira masih mengenai tiang gawang Persiraja.

Dalam waktu yang tersisa di babak pertama, Persik tetap mendominasi penguasaan bola. Namun, hingga peluit panjang tanda turun minum, Persiraja sanggup mempertahankan keunggulan 1-0 atas tuan rumah.

Usai jeda, Persik semakin trengginas dalam melancarkan serangan. Sedangkan, Persiraja mencoba tampil lebih disiplin demi menjaga keunggulan.

Di menit 61, kedua dipaksa bermain dengan 10 pemain setelah mengganjar kartu merah kepada Feri Komul dan Jefferson. Kedua pemain diusir keluar lapangan karena sebelumnya terlibat cekcok.

Dua menit berselang, Persik nyaris menyamakan kedudukan. Akan tetapi, sepakan spekulasi yang dilepaskan Krisna Bayu Otto masih bisa ditangkap dengan mudah oleh Fakhrurrazi Quba.

Persiraja bukan tanpa perlawanan di babak kedua. Menit 70, penetrasi Defri Rizky hampir saja membawa Persiraja menggandakan keunggulan, tapi penyelesaian akhirnya masih mengarah ke pelukan Junaidi Bachtiar.

10 menit jelang waktu normal berakhir, Persiraja mulai menerapkan strategi bertahan total. Sementara, Persik semakin mengalami kebuntuan dalam usahanya menyamakan kedudukan.

Menit 81, Persik memiliki peluang. Namun, sontekan yang dilepaskan Gaspar Vega masih bisa dibendung dengan cekatan oleh Fakhrurrazi Quba.

Kegemilangan Fakhrurrazi di mistar gawang Persiraja terus berlanjut. Pada menit 86, kiper berusia 30 tahun itu sukses mementahkan tendangan keras dari Krisna Bayu Otto.

Di sisa waktu yang ada, Persik terus membangun serangan sporadis ke area pertahanan Laskar Rencong. Namun, hingga laga selesai, Persiraja berhasil mengunci kemenangan 1-0 atas Persik.

Atas hasil ini, Persiraja melesat naik ke urutan 5 klasemen sementara dengan raihan 5 poin. Sedangkan, Persik terdampar di peringkat ke-13 dengan torehan 2 poin.

Susunan pemain

Persik Kediri: Junaidi Bachtiar (GK); Jefferson Oliveira, Dany Saputra, Vava Mario Yagalo, Ante Bakmaz, Sackie Doe (Ibrahim Sanjaya 75′), Faris Aditama, Gaspar Vega, Adi Eko Jayanto, Nikola Asceric (Krisna Bayu Otto 57′), Antony Nugroho (Septian Bagaskara 32′).

Persiraja Banda Aceh: Fakhrurrazi Quba (GK); Feri Komul, Luis Irsandi, Adam Mitter (Asep Budi Santoso 24′), Eriyanto, Samir Ayass, Rendy Saputra, Defri Rizky, Bruno Dybal, Miftahul Hamdi (Nazarul Fahmi 77′), Vanderlei (Assanur Rijal 62′).

Continue Reading

Banda Aceh

Mengenal Sosok Fakhrurrazi Quba, Man Of The Match Dalam Laga Persiraja VS MU

Published

on

By

BANDA ACEH (JARRAKPOSACEH.COM) – Fakhrurrazi Quba atau akrab di panggil quba adalah kiper terbaik yang dimiliki persiraja banda aceh saat ini, bahkan sebagian pecinta Persiraja Banda Aceh menjuluki pria yang akrab dipanggil Quba tersebut sebagai David de Gea nya Indonesia.

Pria kelahiran di Pante B Kecamatan Tanah Luas Aceh Utara, 29 September 1989 ini merupakan anak pertama dari enam bersaudara hasil perkawinan Tgk Syarbaini (almarhum) dan ibunya Jumaniah. 

Pria yang akrab disapa Quba ini pernah gantung sepatu selama dua tahun (2016-2018) karena cedera. 

Oleh karena itu, selama dua tahun itu, ia istirahat total tanpa melakukan aktivitas lain selain berobat.

Keahlian Quba dalam menjaga gawang agar tak kebobolan sangat membanggakan, hal ini dibuktikan dengan dua pertandingan persiraja banda aceh di liga 1, gawang Fakhrurrazi Quba belum kebobolan satu gol pun

Oleh karena itu sebagian pecinta Persiraja Banda Aceh menjuluki pria yang akrab dipanggil Quba ini sebagai David de Gea Indonesia.

Quba memulai kariernya di klub PSLS Lhokseumawe 2008, Quba juga sempat membela Semen Padang FC pada tahun 2013 s/d 2016.

Namun setelah habis masa kontraknya dengan Semen Padang, ia mulai menghilang dari dunia sepak bola tanar air. 

Setelah habis masa kontrak dengan Semen Padang, Quba juga ditinggal pergi Ayahanda tercinta untuk selamanya.

Mulai hari itu, Quba menjadi tulang punggung keluarga.

Ia bertangungjawab terhadap lima adiknya yang masih kecil.

Bagi Quba, sepak bola bukan hanya semata hobi, tapi juga pekerjaan.

Pasalnya dengan bermain bola ia bisa membiayai segala kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Hal ini juga yang menjadi motivasi bagi Quba bangkit setelah dua tahun terpuruk karena cidera.

Memiliki teman-teman yang peduli sebuah keberuntungan bagi Quba, pada tahun 2019 ia mendapatkan tawaran bermain dengan Laskar Rencong, ia dihubungi teman-teman lamanya mengajak bergabung.

“Saya diajak teman-teman bergabung, Komul Defri dan teman-teman lainnya” Ucap Quba mengingat.

Baginya, kembali bermain bola apalagi bisa berlaga di Liga 1 membuatnya kembali semangat dan hampir lupa pernah hampir pupus harapan pada bola.

“Untuk saat ini, saya fokus pada Liga 1, berusaha memberikan yang terbaik pada tim,” tutupnya (Kh.Kp)

Continue Reading

Banda Aceh

Persiraja Tahan Imbang Madura United, Kedua Kiper Belum Pernah Kebobolan Selama Laga

Published

on

By

Pamekasan (JARRAKPOSACEH.COM) – Madura United gagal memaksimalkan status tuan rumah saat menjamu Persiraja Banda Aceh di ajang Shopee Liga 1 2020 pekan kedua.

Duel sengit Madura United vs Persiraja usai dihelat di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Senin (9/3/2020). Laga berakhir dengan skor imbang 0-0.

Berkat hasil tersebut, Madura United harus puas berada di urutan kedua klasemen Shopee Liga 1 2020 dengan raihan empat poin. Sementara Persiraja Banda Aceh bertengger di urutan 12 dengan dua poin.

Selain itu, kedua kiper dari Madura United dan Persiraja sama sekali belum merasakan kebobolan dari dua kali berlaga.

Jalannya Pertandingan

Sepuluh menit jalannya babak pertama,  Madura United masih mendominasi penguasaan bola.

Tim asuhan Rahmad Darmawan acap kali melakukan tekanan dari sisi kiri Persiraja.

Bruno Matos sebagi motor serangan tim Laskar Sapeh Kerrab -julukan madura United- lakukan tendangan spekulasi pada menit ke-10.

Namun sayang, tendangannya masih melambung tinggi dari gawang Persiraja.

Memasuki menit ke-15,giliran Persiraja  mengancam gawang Muhammad Ridho.

Memanfaatkan umpan pendek rekannya, Bruno Dybal lakukan tendangan keras dari kaki kirinya.

Namun bola masih melebar tipis di sisi kanan gawang Ridho.

Madura United bermain dengan memanfaatkan kecepatan para pemain sayap mereka, ditunjang Bruno Matos yang lebih fleksibel untuk berganti posisi.

Pada menit ke-17, kerja sama Emanuel Oti dengan Bruno Matos memberikan peluang. Namun, umpan silang pemain yang disebutkan terakhir belum sempurna hingga bisa dipatahkan pemain Persiraja.

Samuel Oti kembali menjadi kreator serangan Madura United, pemain yang mencatat 2 assist di laga perdana ini memanfaatkan kecepatannya untuk menekan barisan pertahanan Persiraja.

Namun upaya Oti belum membuahkan hasil, tembakak kaki kiri yang belum sempurna hanya memberikan tendangan penjuru untuk Madura United.

Pada menit ke-35, pemain Madura United miss komunikasi yang dimanfaatkan Persiraja.

Miftahul Hamdi yang memanfaatkan peluang tersebut tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Dari sisi kanan, dia berikan umpan silang ke jantung pertahanan Madura United, namun bisa dipatahkan Fachruddin.

Jelang babak pertama selesai, Persiraja hampir membuka kunggulan melalui sundulan Vanderlei Francisco, tapi bisa diselamatkan M Ridho.

Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga, kedudukan tak berubah untuk kedua tim. Skor 0-0 menghiasi babak pertama.

Madura United yang bertindak sebagai tuan rumah tak mengendorkan serangan di awal babak kedua.

Upaya dari Emanuel Oti harus dihantikan oleh Ganjar Mukti yang berakhir kartu kuning untuk pemain Persiraja itu.

Tim asuhan Rahmad Darmawan terus berupaya untuk membuka keunggulan setelah 15 menit babak kedua berlangsung.

Silih berganti serangan dari segala sektor pemain Madura United menekan pertahanan Persiraja.

Pada menit 58, Beto memiliki kesempatan setelah melewati pemain belakang Persiraja, beruntung bagi tim tamu memiliki Adam Mitter.

Umpan silan Beto berhasil digagalkan Mitter dan berujung tendangan penjuru untuk tim tuan rumah.

Menit ke-66 Rahmad Darmawan menarik Asep Berlian dengan memainkan Jacob Papper.

Ini kali pertama mantan pemain Brisbane Roar itu tampil di Liga 1.

Sepuluh menit berselang, Vanderlei mendapat kesempatan setelah mendapat umpan dari rekannya.

Pengawalan ketat dari Jaimerson Xavier yang menempel Vanderlei tidak memberikan ruang tembak untuk mantan pemain Semen padang FC tersebut.

Hingga peluang Persiraja membuka keunggulan kembali gagal.

Sepuluh menit waktu normal babak kedua selesai, Fakhrurrazi Kuba, kiper Persiraja melakukan penyelamatan gemilang.

Berawal dari umpan silang Syahrian Abimanyu, Greg Nwokolo menyambut dengan sundulannya yang mengarah tepat ke gawang Persiraja.

Dengan kesigapan Kuba, bola dapt ditepi menggunakan kakinya hingga mengamankan gawang Persiraja.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tak berubah untuk kedua tim 0-0.

Continue Reading

Trending