HukumNews

Pengeroyokan Wartawan Di Aceh Barat, Pengacara Akrim: Kami akan Buktikan di Pengadilan

Putra Pratama Sinulingga, SH pengacara Akrim dan T Eriza (Foto: cakradunia.com)

JARRAKPOSACEH.COM, Meulaboh - Kuasa hukum Akrim dan T Erizal, Putra Pratama Sinulingga,SH & Muhammad Suhendra, SH mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya hukum maksimal di pengadilan untuk membuktikan kliennya tidak bersalah dalam kasus keributan terkait masalah hutang piutang dengan pelapor di warung kopi Meulaboh Januari lalu, yang kebetulan korban itu adalah wartawan media online Antara.

Hal itu disampaikan Putra Prataman Sinulingga didampingi Muhammad Suhendra kepada media di kantor hukum PPS dan Patners Meulaboh, Rabu malam (26/2/20).

“Untuk lebih detail, saya akan berdiskusi dan berkoordinasi dengan ahli hukum pidana, dimana letak kesalahan kliennya sehingga ditetapkan pasal 170 KUHP dan 335 KUHP. Kita akan buktikan nanti dimana kesalahannya di PN," ujar Putra heran.

Ditanya Akrim ada masalah apa dengan wartawan, kuasa hukumnya menjelaskan ada dua persoalan yang berbeda, pertama klien ada sedikit kesalahan dalam meminta klarifikasi berita disalah satu media, karena dirinya sangat dirugikan dipublis tanpa konfirmasi.

Kedua, bukan persoalan dengan wartawan, persoalan hutang yang tak kunjung dibayar. Dia hadir meminta tanda tangan kwitansi sebagai bukti bahwa benar pelapor pernah menerima uang darinya yang ditranfer via rekening.

“Namun korban menolak lalu terjadilah keributan kecil yang jelas bukan persoalan dengan pemberitaan yang dibuat dan ditulis oleh pelapor tersebut hanya kebetulan saja dia juga wartawan. Murni hanya persoalan hutang piutang pribadi antara Akrim dengan pelapor,” ujarnya

“Bila dikatakan Akrim bermusuhan dengan wartawan, maka semua wartawan yang menulis beritanya dipukul dan diintimidasi. Buktinya tidak ada, kita berharap rekan-rekan pers berimbang sajalah, dalam setiap pemberitaan yang ditulis,” tambah Putra.

Menurut Putra surat penangguhan penahanan terhadap dua kliennya telah diajukan ke Polres Aceh Barat, namun sampai saat ini belum ada tanggapan pihak kapolres, apakah boleh atau tidak, karena hal tersebut menjadi kewenangan subjektif penyidik.

“Saya berharap agar klien saya diberi penangguhan penahanan, sebab istri dari bang Akrim sedang hamil besar dan tidak lama lagi akan menjalani proses persalinan. Atas dasar itu, mohon agar keluarga dan klien bersabar,” tutupnya.

Fitriadilanta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button