CoronaKesehatanNasionalNews

100 Pasien Corona Sembuh Total Menggunakan Ekstrak Pohon Kina, Indonesia Berpeluang Besar Ciptakan Vaksin

JAKARTA (JARRAKPOSACEH.COM) WHO mencatat hingga Kamis (12/3/2020), virus corona Covid-19 telah menginfeksi 121.564 orang dan hamper separuhnya dinyatakan sembuh.

Studi yang dilansir US National Library of Medicine National Institutes of Health menunjukan setidaknya 100 pasien berhasil disembuhkan.

Sejumlah pasien yang sembuh tersebut menyebutkan obat untuk terapi penyembuhan penyakit covid-19 tersebut yang paling ampuh di antaranya adalah kloroquin fosfat, yakni zat yang terkandung dalam ekstrak kina.

Pohon Kina (Foto : Ist)

Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, MSi., mengatakan pada 17 Februari 2020 lalu, Dewan Negara Cina dalam pengarahannya menyatakan bahwa kloroquin fosfat telah menunjukkan aktivitas yang nyata dengan tingkat keamanan yang dapat diterima dalam mengobati pneumonia pasien Covid-19, dalam uji klinis multisenter yang dilakukan di Cina.

“Kloroquin biasanya digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria dan berkhasiat sebagai agen anti-inflamasi untuk pengobatan rheumatoid arthritis dan lupus erythematosus.

Keri mengatakan sangat mungkin jika obat penawar virus corona Covid-19 ini diproduksi kembali di Bandung, Jawa Barat.

Selama ini, katanya, kloroquin sulfat diproduksi di pabrik milik Kimia Farma di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Namun sejak 2016, produksi ekstrak kina ini dipindah ke pabrik Kimia Farma di Banjaran, Kabupaten Bandung.

“Beruntunglah Jawa Barat, punya kebun kina di Pangalengan dan Bandung. Akan sangat mungkin jika produksi obat yang dinyatakan ampuh melawan virus corona ini, kembali diproduksi di Jawa Barat,” katanya.

Ada kemungkinan yang sangat besar, katanya, penelitian lebih lanjut mengenai kloroquin fosfat atau ekstrak kina sebagai obat virus corona ini dilakukan kembali di Universitas Padjadjaran dan obatnya kembali diproduksi di Bandung.

“Kloroquin tèh pil kina tèa, yang sebetulnya di Jabar sudah ada, Kimia Farma yang buat. Kalau mau dikembangkan kembali sangat bisa. Kami sudah berkomunikasi dengan Kimia Farma, mereka sudah pertimbangkan untuk produksi kembali,” katanya.

Mengingat tuntutan klinis yang mendesak, klorokuin fosfat direkomendasikan untuk mengobati pneumonia terkait Covid-19 pada populasi yang lebih besar di masa depan.

Temuan kloroquin yang merupakan obat malaria sintetis bisa menjadi obat penawar virus corona, menjadi peluang bagi perkebunan kina sebagai sumbernya untuk kembali berkembang.

Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gamboeng, Dadan Rohdiana mengatakan pada media jika temuan kloroquin bisa menyembuhkan wabah virus corona, maka kina dipastikan bisa memberikan reaksi yang sama.

“Kalau dalam sintetisnya terdapat kandungan anti virus corona, tentu senyawa dalam kina sangat memungkinkan memiliki aktivitas yang sama.

Tinggal dilihat struktur kloroquin ada tidak di kina. Kalau strukturnya mirip dipastikan kina bisa menjadi obat anti corona,” katanya. (Kh.Kp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button