DaerahLhokseumaweNews

Pria Panton Labu Diserang Buaya DI Sungai Arakundo

Samidan (45) digigit buaya saat mengambil air di sungai Arakundo, Aceh Timur (Foto : Serambi)

LHOKSEUMAWE (JAARAKPOSACEH), 12-Mar-2020 – Seorang pria paruh baya warga Aceh Timur, Samidan (45) digigit buaya saat mengambil air di sungai Arakundo, Aceh Timur.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Lhokseumawe BKSDA Aceh, Kamaruzzaman SHut, menyampaikan hal ini kepada awak media pada Rabu (11/3/2020).

.Menurut info yang mereka terima, Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (7/3/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Saat itu, Samidan, yang merupakan warga Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur ini mengambil air di sungai Arakundo untuk menyiram tanaman cabai seluas 3 hektare miliknya. “Saat hendak mengambil air di sungai tersebut, seekor buaya datang dan langsung menyerang korban.

Korban pun terluka di bagian pergelangan kaki sebelah kiri  akibat gigitan buaya tersebut.

Saat ini kondisi korban sudah membaik dan berada di rumahnya. Ia hanya di anjurkan berobat jalan untuk penyembuhan lukanya di Klinik Bu Yulia, Desa Tanjung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara,” kata Kamaruzzaman.

Menurut Kamaruzzzaman setelah mendapatkam laporan tersebut, pihaknya pun merespon, yakni tadi pagi tim Resor 12 Langsa bersama LSM WCS turun ke lokasi itu.

Kamaruzzaman mengatakan sesuai informasi dari warga, satu buaya yang mengganas tersebut sudah berulang kali melakukan peyerangan terhadap masyarakat.

“Menurut informasi dari Pak Keuchik, sudah tujuh korban yang diganggu oleh buaya tersebut. Tapi yang paling parah adalah korban bernama Samidan yang luka di bagian pergelangan kaki sebelah kanannya itu,” ujarnya.

Masih menurut informasi dari masyarakat, kata Kamaruzzaman, lokasi sungai tersebut merupakan habitat buaya.

“Biasanya tindakan BKSDA, jika lokasi tersebut bukan habitat buaya dan buayanya cuma satu ekor, dapat dilakukan penangkapan dengan menggunakan perangkap.

Namun karena lokasi itu habitat buaya yang pasti jumlahnya banyak, sehingga tidak mungkin dilakukan penangkapan.

Oleh karena itu, kita hanya bisa mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai tersebut,” harap Kamaruzzaman. (Kh,Kp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button