DaerahNews

PLT Gubernur Aceh Nova Iriansyah Menyerahkan 1.113 Sertifikat Tanah Secara Simbolis Kepada Masyarakat Miskin

Plt Gubernur Nova Iriansyah menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis  kepada masyarakat miskin (Foto : RRI)

Kamis, (12/3/2020)., Banda Aceh (JARRAKPOSACEH) – Plt Gubernur Nova Iriansyah menyerahkan sertifikat tanah secara simbolis  kepada masyarakat miskin dari 5 kabupaten yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.

Penyerahkan sertifikat yang merupakan bagian dari 1.113 bidang tanah yang telah disertifikasi pada tahun 2019 lalu pada saat meresmikan aplikasi Simtanah atau Sistem Informasi Manajemen Pertanahan di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh pada Kamis, (12/3/2020).

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meresmikan aplikasi Simtanah atau Sistem Informasi Manajemen Pertanahan. Aplikasi pionir di bawah Dinas Pertanahan Aceh itu dibuat untuk mendukung terwujudnya pengembangan dan pengelolaan Sistem Informasi Aceh Terpadu (SIAT) khususnya unttuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pengelolaan informasi pertanahan.

Plt Gubernur mengatakan, program Sistem Informasi Aceh Terpadu atau SIAT merupakan bagian dari 15 program unggulan Pemerintah Aceh yang telah disusun dalam RPJM Aceh Tahun 2017-2022. Program unggulan itu bertujuan untuk menyediakan data yang valid dan terintegrasi yang dapat digunakan untuk semua sektor dan pelayanan masyarakat, sebagai pedoman dalam perencanaan pembangunan yang efektif, efisien, serta tepat sasaran.

Acara soft launching aplikasi Simtanah dan sosialisasi Pergub nomor 81 tahun 2019 itu, diikuti oleh Bupati dan Wali Kota, Kepala SKPA terkait, Kepala Kanwil BPN Aceh, Instansi Vertikal, Kadis Pertanahan se Aceh, Camat dan Keuchik dari 5 kabupaten/Kota dan desa yang menerima sertifikat.

Sementara itu, pada tahun 2019 silam, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanahan telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 2,77 Milyar untuk penyelesaian 1.500 sertifikat tanah milik masyarakat miskin. Dari target 1.500 sertifikat itu, telah terealisasi sebanyak 1.113 bidang, dan sisanya 387 bidang sedang dalam proses,”tuturnya.

Nova menjelaskan, tujuan pensertifikatan tanah milik masyarakat miskin itu adalah untuk menjamin agar setiap kepala keluarga miskin di Aceh yang memiliki tanah pekarangan mendapatkan legalitas kepemilikan tanah, serta dapat dijadikan objek hak tanggungan sebagai jaminan untuk mendapatkan modal usaha.

“Keberhasilan dalam kegiatan pensertifikatan Tanah Milik Masyarakat Miskin ini berkat adanya dukungan dari berbagai pihak, baik dari persiapan kelengkapan administrasi, dokumen, pelaksanaan di lapangan, proses pendaftaran, serta penerbitan sertifikat tanahnya oleh Badan Pertanahan Nasional,”kata Plt Gubernur.(Kh.Kp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button