DaerahLhokseumaweNewsOpini

BEM FH UNIMAL KECAM RUMAH SAKIT YANG MENELANTARKAN PASIEN

Lhokseumawe, pasien perempuan yang bernama Bulen, 60 Thn, Tani, Islam , Gampong Leuhong, Kecamatan Payabakong, Kabupaten Aceh Utara, masuk Rumah Sakit Cut Meutia Bukit Rata, di Ruang Multazam pada tgl 13 Maret 2020 (3 mlm) dipindahkan ke Ruang Marwah Tgl 17 Maret 2020,s/d saat ini tgl 20 Maret 2020, belum ada dokter yang mengunjungi pasien tersebut.(sumber mediarealitas.com)


“Rumah sakit yang menjadi harapan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Pada dasarnya, dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.

Fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 32 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”).

Ini artinya, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dilarang menolak pasien yang dalam keadaan darurat serta wajib memberikan pelayanan untuk menyelamatkan nyawa pasien” Ujar Alga Mahate ara Wakadep Internal BEM FH.

Kami menyayangkan hal tersebut bisa terjadi pasien yg sudah hampir 1 minggu belum juga di tangani oleh dokter,dalam Permenkes jelas di katakan.

Dalam Pasal 13 ayat 1 Setiap Peserta berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan.

“Tercantum juga dalam undang-undang dasar dalam Pasal 28H ayat 1 UUD 1945 – Hak warga negara untuk hidup sehat. Kehidupan yang sejahtera lahir dan batin berhak didapatkan oleh setiap warga negara melalui tempat tinggal dan lingkungan hidup yang sehat.

Pelayanan kesehatan berhak untuk didapatkan oleh setiap warga negara”

“Kami berharap ada tindakan tegas dari gubernur Aceh dan dinas terkait mengenai hal ini dikarenakan menyangkut Nyawa seseorang dan Hajat orang banyak yang sudah di perintahkan oleh Udang-Undang Dasar dan menjadi Hak setiap warga negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, jangan sampai ketika mahasiswa sudah bergerak baru RS mau melayani masyarakat dengan baik, kami akan mengawasi kasus ini

Apabila memang masih tidak ada tindak lanjut maka kami akan memakai cara kami sebagai mahasiswa dalam menyelesaikan masalah” Tutup Alga mahate Ara Wakadep Internal Badan eksekutif Mahasiwa Fakultas Hukum Unimal

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button