CoronaKesehatanNasionalNews

Pasien Corona Termuda di Indonesia Meninggal Dunia, Seorang Gadis Berusia 11 Tahun

Foto : Pemakaman Korban Meninggal Karena Wabah Virus Corona atau Covid-19 (Antara)

Jakarta, JARRAKPOSACEH — Gadis berusia 11 tahun asal Pamekasan, Madura, berinisial EAM diperkirakan masih menjadi pasien corona atau covid-19 termuda yang meninggal dunia di Indonesia saat ini. Bocah malang itu meninggal setelah satu hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirdjo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. 

Kabar meninggalnya bocah ini semula beredar melalui pesan berantai atau broadcast. Publik geger karena banyak yang mengkaitkan meninggalnya gadis ini karena corona. EAM bisa dikatakan pasien termuda karena usianya terungkap. Karena selama ini melalui keterangan resmi, pemerintah tidak pernah menyebutkan usia pasien yang meninggal. 

Semula Bupati Pamekasan, Badrut Taman, memang telah memastikan bahwa pasien termuda ini meninggal bukan karena corona. Bocah itu tinggal di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, dan tutup usia pada Jumat, 20 Maret 2020, pukul 12.31 WIB. 

Bocah gadis itu sempat berada di Malang bersama neneknya. Dia dibawa kembali ke Pamekasan pada Selasa, 17 Maret 2020, karena mengalami sakit. Sejak tiba di rumah, si anak mengeluh panas dan batuk. Dia kemudian diobati sendiri oleh orang tuanya. 

Pada Kamis, 19 Maret 2020, si anak mengalami mual, muntah, dan panas tinggi. Orang tuanya membawa si anak ke RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dan mulai dirawat sekira pukul 20.38 WIB.

Kemudian pada Jumat keesokannya, atau tepatnya pada pukul 12.10 WIB, si anak dirawat di ruang isolasi dan dua puluh menit kemudian dinyatakan meninggal dunia. Sampel darah pasien kemudian diperiksa di laboratorium Litbangkes di Surabaya. 

Disampaikan Bupati Pamekasan, Badrut Taman, hasil lab bocah wanita itu keluar Pada 24 Maret 2020. Pengujian sampel cairan dari tenggorokan pasien di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya, Jawa Timur, hasilnya adalah negatif corona.  

Tapi pada Minggu, 29 Maret 2020, dari hasil laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta, bocah tersebut dipastikan positif covid-19.
 
Menurut Badrut, bocah malang itu kemungkinan terinfeksi virus corona di Malang, Jawa Timur. Pasien sempat tinggal bersama neneknya dan dibawa pulang ke rumah orangtuanya di Pamekasan karena mengalami sakit.

Terkait dengan status positif gadis perempuan berusia 11 tahun itu, Badrut Taman menegaskan, telah memerintahkan Tim Gugus Tugas Pamekasan untuk melakukan tes kepada beberapa orang yang melakukan kontak dengan pasien tersebut. 

Selain orangtua, tenaga medis dan dokter yang menangani perawatan almarhum juga dilakukan tes. Selanjutnya, akan dilakukan upaya tracking ke daerah asalnya di Jawa Timur.

Soal pemakaman, jenazah sudah dikebumikan sesuai standar operasional prosedur (SOP) penanganan korban covid-19. Seluruh dokter dan perawat yang menangani pasien tersebut saat ini dalam masa karantina selama 14 hari. Begitu juga orangtua pasien juga melakukan isolasi mandiri selama dua pekan. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button