CoronaDaerahKesehatanLhokseumaweNews

Hasil Rapid Tes, Dokter Spesialis di RSUD Cut Meutia Aceh Utara Positif Covid-19

Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa (3/3/2020). Foto : ANTARA

ACEH UTARA,  JARRAKPOSACEH — Seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUDCM) Kabupaten Aceh Utara dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19, berdasarkan pemeriksaan rapid test. Menurut informasi, dokter tersebut tidak memiliki riwayat berpergian ke wilayah zona merah virus corona. Rabu (8/4/2020).

Bahkan, dokter asal Kota Lhokseumawe itu tidak memiliki gejala apapun seperti demam tinggi dan lain sebagainya yang mirip dengan gejala Covid-19.

Setelah dilakukan rapid test, dokter itu dibebastugaskan dan diminta karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib membenarkan informasi tersebut.

Menurut dia, semua orang yang bersentuhan dengan dokter tersebut sudah dilakukan pemeriksaan ulang dengan cara rapid test dan hasilnya negatif.

“Termasuk istrinya sudah dites, hasilnya negatif. Setahu saya, Beliau juga dites untuk kedua kali, hasilnya negatif dan sudah sembuh. Namun dikarantina mandiri di rumah, dan insya Allah tidak ada masalah,” kata Thaib saat dikonfirmasi.

Menurut Cek Mad, sapaan akrab Bupati Aceh Utara itu, warga Lhokseumawe dan warga/pegawai di RSUCM Aceh Utara yang pernah bersentuhan langsung dengan dokter tersebut telah dites oleh Dinas Kesehatan Lhokseumawe.

“Semua orang yang pernah bersentuhan langsung dengan dokter itu dilakukan tes oleh Dinas Kesehatan Lhokseumawe dan hasilnya negatif,” kata Cek Mad.

Namun di konfirmasi saat dikonfirmasi terpisah, dari hasil diskusi bersama Kadis Kesehatan Kota Lhokseumawe bahwa memang benar sudah dilaksanakan rapid test terhadap beberapa tenaga medis di RSUD Cut Meutia dan hasil rapid test menyatakan IZ positif COVID-19,” kata Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kota Lhokseumawe Letkol Inf Agung Sukoco SH di Lhokseumawe, Rabu (8/4).

Namun, kata Agung, hasil tersebut bukan dasar kuat untuk dinyatakan sebagai positif terinfeksi COVID-19.

Yang digunakan sebagai dasar seseorang untuk menyatakan positif terjangkit COVID-19 atau tidak adalah hasil laboratorium dari Balitbang Kemenkes RI.

“Saat ini untuk kepastian, kita sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Balitbang Kemenkes RI,” kata Dandim 0103/Aceh Utara itu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button