CoronaDaerahKesehatanNews

TKI Asal Aceh Utara Meninggal Dunia di Malaysia, Jenazah Tak Dibawa Pulang

KUALA LUMPUR, JARRAKPOSACEH — Seorang perantau asal Aceh Utara  dikabarkan meninggal dunia di dalam kamarnya di kawasan Chow Kit, Kuala Lumpur,  Malaysia meninggal dunia Rabu (29/4/2020).
.
Sayangnya, jasad TKI tersebut terpaksa dimakamkan di negeri jiran itu, karena terkendala proses administrasi pemulangan ke kampung halaman.

Informasi yang diperoleh, TKI tersebut bernama M Dahlan (33), asal Gampong Punti, Kecamatan Matang kuli. Meninggalnya, pria yang sehari-hari  bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan tersebut awalnya diketahui rekannya sesama TKI, kemudian kejadian itu dilaporkan ke pihak otoritas keamanan setempat.
.
“Belum tahu apa penyebab meninggal, karena jenazahnya sudah dibawa polisi ke rumah sakit. Kita juga tidak tahu, apakah yang bersangkutan memiliki riwayat sakit atau tidak,” jelas  seorang warga Aceh yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian.

Dikabarkan juga, saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di dalam kamarnya. M Dahlan selama ini tinggal sendiri di kamar kos.

Sementara itu, Geuchik Punti, Madsyah saat dihubungi membenarkan M Dahlan warga desanya dan kabar meninggal dunia sudah diketahui pihak keluarga. Malah ia sudah menandatanangi surat pemakaman yang bersangkutan di Malaysia sesuai permintaan keluarga.

Masalahnya, kata Madsyah, proses pemulangan jasad  dari Malaysia ribet, karena pandemi Korona. Sehingga pihak keluarga memutuskan pemakaman mendiang dilakukan di Malaysia. “Kabarnya juga tidak ada pesawat yang bisa terbang dari Kuala Lumpur, karena wabah Korona,” terang Madsyah.

Dijelaskan juga, selama ini M Dahlan memiliki riwayat sakit jantung dan beberapa penyakit lainnya. Bahkan beberapa waktu lalu, korban sempat memberitahukan keluarga ingin pulang kampung dan berobat. Namun tidak jadi karena pemberlakukan penanganan wabah Korona di Malaysia.

Ditambahkan, M Dahlan sudah memiliki anak dari mantan istri. Sebelum bekerja di Malaysia, ia sempat bekerja di Banda Aceh dan kembali ke kampung setelah Tsunami.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button