DaerahLhokseumaweNewsPolitik

DPM FH UNIMAL Nilai Ketegasan Walikota Lhokseumawe Semakin Menunjukkan Dia Penguasa, Bukan Pemimpin

Foto : Wakil Ketua DPM FH UNIMAL Haiqal Al-Fikri.

Lhokseumawe, JARRAKPOSACEH — Beberapa hari yang lalu sempat viral di media sosial terkait tindakan walikota Lhokseumawe yang menampakkan arogansi nya dalam menertibkan pedagang yang berjualan bahan bukaan puasa di tengah pandemi covid-19

Tentunya hal tersebut mendapat tanggapan dari berbagai elemen masyarakat termasuk juga mahasiswa

Dalam rillis nya kepada media Haiqal al-fikri selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum (DPM FH) Unimal, Menilai ketegasan walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya Sudah kelewatan batas, Kejadian Dalam upaya penertiban tentang instruksi Wali kota Lhokseumawe No: 011 Tahun 2020 untuk melaksanakan upaya jaga jarak dan Selalu memakai masker Yang di tujukan kepada Masyarakat dan Pelaku usaha yang ada di Kota Lhokseumawe, kejadian ini terpantau Pada Media TV Lokal pada beberapa hari yang lalu, (30/04/20).

Dalam Vidio berita tersebut tampak terlihat Suaidi yahya membentak bentak para pedagang takjil kaki lima yang berjualan di sepanjang Ruas jalan Di kota Lhokseumawe dengan nada Kasar.

Hal ini membuat Waketum DPM FH Haiqal alfikri mengatakan
” Pada Dasar nya Tidak masalah walikota Lhokseumawe bersikap tegas untuk mendisiplinkan masyarakat,namun etika di hadapan publik harus dijaga, apalagi itu untuk masyarakat yang ekonomi kelas menengah kebawah,
Mereka tentunya mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi covid-19 ini.

Ia juga menambahkan ” Bukan nya toh walikota Lhokseumawe juga Pernah Beberapa kali tertangkap kamera tidak melaksanakan instruksi/himbauan yang telah dibuat oleh dirinya sendiri seperti untuk menjaga jarak atau psyhcal distancing. Ungkapnya dengan penuh tanda tanya.

Pun kemudian Belakangan ini kita lihat sangat jarang walikota Lhokseumawe mau turun langsung kelapangan untuk melihat masyarakat nya, kami juga menghimbau agar walikota Lhokseumawe sesekali datang kerumah masyarakat dhuafa yang hampir roboh, atau sesekali blusukan melihat berbagai bangunan mangkrak di Lhokseumawe, atau melihat langsung sampah yang ada di waduk kota Lhokseumawe, jangan seakan-akan blusukan untuk pencegahan Covid-19 akhirnya terkesan hanya sebatas pencitraan di depan media

Kita sepakat walikota Lhokseumawe harus tegas untuk mendisiplinkan Masyarakat agar mematuhi himbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Corona atau covid-19 ini, namun sisi humanis seorang pemimpin juga harus di tunjukkan, jangan menghardik mereka dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas, pemimpin itu seharusnya mendidik bukan menghardik

Perbuatan itu semakin meyakinkan kita bahwa walikota Lhokseumawe hanya sosok penguasa,bukan pemimpin yang bisa mengayomi dan memberikan suri tauladan yang baik untuk masyarakat nya tutup wakil ketua DPM FH UNIMAL Haiqal al-fikri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button