Aceh SelatanCoronaDaerahKesehatanNews

Ketua Santri PAS Tolak Kebijakan Pemerintah Aceh Potong Dana Dayah Dengan Alasan Covid-19

Banda Aceh, JARRAKPOSACEH — Ketua santri dan Pelajar organisasi Pemuda Aceh Selatan (PAS) Muhammad Arifin Ilham meminta Pemerintah Aceh meninjau ulang kebijakan terkait pemotongan dana untuk dayah-dayah yang ada di Aceh yang telah dianggarkan dalam APBA tahun 2020.

Ia sangat tidak sepakat apabila dana untuk dayah dipotong meskipun untuk memenuhi desakan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan tentang Percepatan dan Penyesuaian APBD tahun 2020 dalam rangka penanganan Covid-19.

“Saya selaku ketua Departemen santri Pemuda Aceh Selatan meminta pemerintah untuk meninjau ulang pemotongan dana bantuan dayah itu,” kata Muhammad Arifin Ilham kepada awak media di Banda Aceh. Menurutnya masih banyak pos-pos anggaran lain bersumber dari APBA yang bisa dipotong untuk penanganan virus tersebut.

Pasalnya dalam kondisi pandemi seperti ini, dayah-dayah di Aceh sangat membutuhkan bantuan dalam rangka menjalankan operasional dayah tersebut.

“Bantuan untuk dayah jangan diganggu, karena dayah-dayah di Aceh sangat membutuhkan dana tersebut, apalagi dalam situasi dan kondisi yang seperti sekarang ini,” ujarnya.

Bahkan, Arifin juga mengaku sudah menerima berbagai keluhan dari dayah-dayah di Aceh terkait pemotongan tersebut. Selaku Pengurus Pemuda Aceh Selatan, Yang membidangi masalah santri dirinya merasa terpanggil untuk memperjuangkan aspirasi dayah-dayah yang meminta agar dana bantuan tersebut tidak dipangkas. 

“Kenapa harus dana bantuan dayah yang harus dipotong, pemerintah seperti mengada-ngada saja dengan situasi covid ini, itu dana proyek multiyear yang harusnya dipotong habis untuk menangani virus corona, bukan malah dana dayah, yang mereka juga sangat membutuhkan bantuan itu,” ujarnya.

Ketua Departemen Santri Pemuda Aceh Selatan tersebut juga menyebutkan kalau dayah itu menjadi simbul ke-Acehan, bahkan Dinas Dayah sendiri lahir setelah adanya MoU Helsinki, sehingga sangat tidak wajar apabila dana untuk dayah juga harus dikorbankan untuk membantu penanganan virus corona.

“Badan Dayah yang kini menjadi dinas hanya ada di Aceh, daerah lain tidak ada, dan dana bantuan untuk dayah sangat mendesak, jadi jangan dianggap enteng sayah di Aceh oleh Pemerintah saat ini”. jelas ketua dapartemen santri aceh selatan (PAS) itu.

Selain itu, Arifin juga meminta kepada publik untuk terus mengawal terkait pengelolaan anggaran dalam rangka penanganan Covid-19 di Aceh. Keterlibatan publik sangat penting agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar untuk orang yang membutuhkan.

“Mari kita kawal bersama pengelolaan anggaran Aceh, agar anggaran yang cukup besar itu benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat, ” Tutup Arifin yang juga sering dikenal dengan panggilan Rimung Kofa itu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button