DaerahEkonomiNewsTokoh

Aipda Khairul Fahmi, SH. Anggota Brig. Satlantas Polresta Banda Aceh yang punya jiwa sosial tinggi

Banda Aceh, JARRAKPOSACEH — Aparat kepolisian yang berjiwa sosial tinggi, jujur, baik dan suka membantu sesama, diluar pengabdian dan pengayoman terhadap masyarakat jauh lebih banyak daripada segelintir oknum polisi yang bertindak negatif, sehingga berdampak buruk bagi institusi pengawal keamanan negara.

Cerita kali ini tentang sesosok anggota Polresta Banda Aceh, polisi berjiwa sosial yang benar-benar dapat mengangkat citra kepolisian.

Dia adalah Aipda Khairul Fahmi, SH. yang memanfaatkan waktu luangnya untuk kemaslahatan umat. Berbagai aksi sosial dan kepedulian atas sesama sedemikian melekat dalam keseharian yang merupakan ayah dari M. Afgan Bhayangkara (12 thn), Katrin Ulfi Khaira (9 thn) dan Syakira Alila (6 thn).

Seperi di lihat dari akun facebook khairul fahmi, ketua Yayasan Aceh Karya Bangsa (YAKB) ini banyak terdapat status dari berbagai aksi positif yang dilakukannya baik secara pribadi maupun bersama rekan kerja atau kawan-kawan Yayasan Aceh Karya Bangsa yang beralamatkan di Gampong Limpok Darussalam Banda Aceh.

Adapun sumber bantuan yang ia dapatkan dalam melakukan kegiatan mulia tersebut ada yang bersifat Bantuan langsung berupa barang dan peralatan dari Dinas Sosial Provinsi Aceh dan ada juga hasil galangan dana dari para dermawan.

Postingan itu tidak saja memuat status yang dibuatnya tetapi banyak juga hasil kiriman dari warga net sahabat FB-nya. Misal, saat Fahmi panggilan akrab warga Gampong Kajhu, Aceh besar ini mendorong kendaraan warga yang mogok di jalan, juga saat dia membantu memperbaiki kendaraan atau mengantar sembako, bedah rumah warga dan aksi-aksi lainnya yang patut diacungi jempol.

Baginya membantu dan meringankan beban orang lain merupakan panggilan jiwa. “Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi kita membantu orang lain,” sebutnya.

Wajar apabila beberapa tokoh Aceh memberikan apresiasi penghargaan atas aksi peduli yang dilakukannya seperti dari Haji Uma Award sebagai Polisi Sosial Aceh. Reward serupa juga diterimanya dari Rafsanjani, Ketua KP2A. Secara internal Fahmi juga menerima penghargaan dari Dirlantas Polda Aceh karena berhasil menemukan barang bukti narkoba jenis ganja pada Februari lalu.

Dan terpenting baginya adalah Kapolresta Banda Aceh selaku atasannya mendukung atas peran aktifnya berbuat kebaikan. “Alhamdulillah atasan saya mendukung. Beliau juga sering menjadi donasi dan bersedia mendampingi apabila Yayasan Aceh Karya Bangsa membutuhkan kehadirannya,” ungkapnya.

Menurutnya YAKB yang berdiri pada 2018 ini juga menerima donasi dari pihak lain yang kemudian akan disalurkan sesuai amanah dan transparan via Bank Aceh Nomor Rekening, 010.01.08.000014-1, dan setiap aksi melalui musyawarah dengan pengurus, pembina dan penasehat dari yayasan tersebut.

Konsekuensi atas permasalahan yang bakal timbul sudah dipikirkannya. Termasuk waktunya terlalu padat dalam menjalankan misi sosialnya sehingga nyaris tak ada waktu bersama keluarga. “Awalnya isteri saya sempat protes karena kesibukan itu. Tapi setelah sering berkomunikasi dan mengatur waktu seefektif mungkin pada akhirnya isteri saya dapat memakluminya,” kata putra keempat dari Abdulmuthalid Harun dan Nurmala ini.

Maka bila ada waktu luang walaupun terbatas, polisi baik hati kelahiran Sigli, 5 Mei 1982 ini mempergunakannya dengan jalan-jalan atau bermain bersama, bercerita, makan atau ngopi bersama isteri dan anak-anaknya.

Hidup ini sekali maka gunakan untuk kemaslahatan. Mari hidupkan sosial bukan mencari hidup dari sosial demikian tambahnya saat diwawancarai Jarrak Pos Aceh di Kantor Dinas Sosial Aceh, Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Kamis (18/6) untuk mengambil kursi roda yang diperuntukan bagi seorang warga binaannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button