Connect with us

Lokal

Anggota Komisi IV DPRA Minta Pemerintah Aceh ikuti Prosedur Pelaksanaan Kegiatan Proyek Multy Years

Published

on

Foto : Anggota Komisi IV DPRA, Armiyadi, SP (Ist)

Banda Aceh, JARRAKPOSACEH — Anggota Komisi IV DPRA, Armiyadi, SP meminta Pemerintah Aceh mengikuti prosedur dalam pelaksanaan proyek multy years periode 2020-2022.

Kepada media Jarrak Pos Aceh Selasa (21/7/20) Armiyadi menyebutkan, dirinya secara pribadi tidak ingin pembangunan aceh terhambat, akan tetapi Pemerintah Aceh diminta mempersiapkan rencana pembangunan secara matang sebelum melaksanakan kegiatan tersebut.

“Pemerintah harus terlebih dahulu menyiapkan dokumen pendukung terkait pekerjaan tersebut, baik persiapan lokasi maupun persiapan dokumen proyek multy years sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang ditetapkan, ia berharap trase tersebut tidak berubah dari rencana awal semasa kepemimpinan gubernur sebelumnya” kata Armiyadi, SP.

Menurut Armiyadi, SP sebelum mengeksekusi proyek tersebut, pemerintah Aceh sudah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari DPRA Melalui Sidang Paripurna dan mengantongi dokumen pendukung seperti kajian AMDAL, Surat Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dan kajian-kajian teknis lainnya.

” Armiyadi, SP berharap pekerjaaan multy yers tersebut dapat dikerjakan dan diselesaikan secara tepat waktu tanpa adanya masalah-masalah yang akan timbul dikemudian hari.

“Untuk pembangunan Aceh sangat kita dukung dan perlu kita lakukan upaya percepatan demi kemajuan Aceh, akan tetapi kami perlu tekankan agar persiapan dan pelaksanaan pekerjaan multy years tersebut dapat dilakukan dengan benar sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan kata Armiyadi, SP.

Menurut Armiyadi, SP pelaksanaan proyek multy years tahun jamak (2020-2022) akan dilakukan pengerjaan oleh Pemerintah Aceh sekitar 12 paket jalan lintas penghubung antar kabupaten di Aceh, yang akan dibangun menggunakan dana otonomi khusus Aceh.

Bahkan ia mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawal dan mengawasi pengerjaan proyek tersebut sehingga hasilnya benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat Aceh, demikian pungkas Armiyadi, SP.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

YARA Minta Ketua Motor Gede Pusat Tegur IMBI Aceh

Published

on

By

Jakarta/ Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin meminta Ketua Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Pusat, Komjen Pol. Dr. M. Iriawan SH. MM. MH, untuk menegur pengurus IMBI Aceh terkait dengan permintaan dialokasi anggaran kegiatan touring Damai Aceh jelang 15 tahun perdamaian Aceh, yang memantik ragam komentar di jejaring maya sejak Rabu (13/8/2020).

Kegiatan yang menyerap anggaran Rp 305.663.796 heboh setelah beredarnya surat dari Sekda Aceh kepada bupati/wali kota, meminta fasiltasi pengamanan lalu lintas untuk acara hobi orang kaya. Walaupun informasi terakhir bahwa anggaran tersebut telah dibatalkan dan IMBI Aceh tetap melakukan touring tanpa menggunakan uang dari APBA, pun demikian ini perlu mendapat atensi serius dari ketua IMBI Pusat. Patut di duga IMBI Aceh membatalkan memakai uang APBA karena sudah duluan terungkap ke publik dan dilakukan dengan mengundang anggota IMBI dari luar Aceh pada masa pandemi Covid-19.

” Yang kami tahu pecinta IMBI itu kan semuanya orang kaya, kendaraannya saja ratusan juta, jadi sangat tidak logis ketika mau menerima kegiatan yang uang minyaknya di alokasikan dari uang rakyat, Ini mempermalukan IMBI di seluruh Indonesia karena mau terima uang rakyat. Maka YARA meminta ketua Umum pusat Bapak Jenderal Iriawan untuk menegur pengurus IMBI Aceh agar tidak menerima kegiatan IMBI yang dibiayai dari uang negara. level klub motor besar kok minta uang ke negara, bikin malu seluruh pengurus IMBI, ” pinta Safar.

“Uang yang sudah dialokasi ini batal di pakai karena banyaknya keritikan dari berbagai unsur di Aceh karena alokasi dana dari APBA tersebut bocor ke publik, jika saja ini tidak bocor ke publik tentu sudah di pakai, tentu ini sangat melukai hati masyarakat di Aceh yang angka kemiskinan nya masih juara satu di Sumatera,” Kata Safar di Jakarta yang sedang mempersiapkan spanduk kampanye advokasi penyelesaian sengketa tapal batas kampus Unsyiah dan UIN Ar-Raniry kepada Presiden Jokowi di Jakarta.

Continue Reading

Lokal

Ayah Ishak: Jika Hanya Seremonial, Perayaan Damai Aceh Lebih Baik Dihapus

Published

on

By

BANDA ACEH, Momentum Peringatan 15 tahun Perdamaian Aceh jangan hanya sebatas seremonial semata, tapi harus berjalan sesuai apa yang telah disepakati dalam Butir MoU Helsinki.

Hal itu disampaikan oleh tokoh Masyarakat Aceh Tgk. H. Ishak Yusuf menjelang perayaan 15 Tahun Damai Aceh, menurutnya selama 14 tahun Pemerintah dan tokoh perdamaian Aceh hanya merayakan dengan acara seremonial belaka.

“Perayaan Damai Aceh di tahun – tahun sebelumnya tidak ada relevansi apapun dan sangat tidak bermanfaat terhadap penyelesaian butir-butir MoU yang telah disepakati dalam perjanjian Helsinki,” ujar pria yang akrab disapa Ayah Ishak tersebut

Ayah Ishak mengatakan, jika hanya sebatas seremonial lebih baik ditiadakan saja, karena hanya menguras Miliaran uang rakyat melalui APBA.

“Saat ini masyarakat sudah bosan dan muak dengan tingkah elit, baik Pemerintah maupun tokoh perdamaian lainnya yang tidak memikirkan penderitaan masyarakat Aceh,” sebut Ayah Ishak

Seharusnya kata Ayah Ishak, untuk mengisi perdamaian Aceh dengan menjalankan setiap yang telah disepakati dalam MoU Helsinki. Baik poin-poin MoU yang telah dikonversi atau diterjemahkan dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UU PA) ataupun yang tidak berhasil dimasukkan.

“Eksekutif, Legislatif dan Para elite politik Aceh segera mengambil langkah-langkah strategis Agar MoU Helsinki dan UUPA dirasakan dan dimiliki oleh semua Rakyat Aceh, Bukan hanya sekelompok orang tertentu saja, ketika membayangkan MoU Helsinki dan UUPA rakyat Aceh jangan hanya kita doktrin untuk peduli terhadap Bendera bintang bulan saja, namun ada hal-hal lain yang lebih subtansial dan bisa membuat masyarakat Aceh makmur dan sejahtera apabila butir-butir tersebut direalisasikan,” tegas mantan Staf Ahli Ketua DPR Aceh tersebut

Rakyat Aceh, lanjut Ayah Ishak ingin melihat Para elite politik di Aceh tidak hanya membicarakan masalah Bendera, namun kita mau ada warna baru para Refleksi perdamaian 15 Agustus 2020 nanti, Tokoh perdamaian harus menyuarakan butir-butir MoU Helsinki yang belum terealisasikan tersebut.

“Stop menjadikan butir-butir MoU Helsinki dan UUPA hanya milik segelintir orang saja, Saatnya kita semua masyarakat Aceh harus punya rasa patriotisme dan rasa memiliki terhadap MoU Helsinki dan UUPA,” pinta Mantan ketua Partai Buruh Aceh tersebut

Ayah Ishak melanjutkan masih persoalan Aceh yang belum di selesaikan seperti pelanggaran HAM masa konflik bersenjata yang menelan korban jiwa sekitar 40 hingga 60 Ribu jiwa.

“Semua pihak harus menyelesaikan kasus pelanggaran HAM Aceh, dengan cara mendukung kerja-kerja KKR Aceh, termasuk pembagian hasil alam Aceh” katanya lebih lanjut

Ayah Ishak juga menukilkan Perdamaian Aceh dalam bentuk sebuah pantun yang sangat menyentuh

Thon Tujoh Nam Geubuka Prang, Aman Tentram 2005, Lahe Dame RI ngon GAM, Geubalek Nan jeut KPA

Beude Dikoh Rata Simpang, RI ngon GAM Meuduk Sama, Mandum Janji ka Mutuleh, di Blahdeh Nanggroe Luwa

Ta meujanji Sabe Keudroe, Peugot Nanggroe Sama-Sama, Pileh Pemimpin Ulee Sagoe Ngat Jeut Ato Pue yang Hawa

Buku MoU tinggai Lam Gudang, Adat Ngon Reusam Tan Na Soe Pakoe, Rakyat Sengsara Susah Hanaban, Peng dum Meukuyan Yatim dum Deuk Troe

Bek Tajok Adat Nibak Ureueng Mbong, Bek Tajok Hukom Bak Ureung Teuga, Bek Peu Ceukoe Ie Peuregam Angen, Bek Le Peu Meu En Kawe tan Mata.

Bek le tabi angan-angan, Wujud Sapue Tan Wahe e Kanda, Bek le Yue Magun dalam Bruk Ruhung, Bek le Tayue Plung Dalam Ie Raya. (Red)

Continue Reading

Aceh Selatan

Halal Bihalal, DPC Partai Demokrat Aceh Selatan Lalukan Penyembelihan Hewan Qurban.

Published

on

By

JARRAKPOSACEH, ACEH SELATAN — Dalam rangka menjalin silaturahmi sesama kader, DPC Partai Demokrat Aceh Selatan menggelar kegiatan internal yang dirangkai dengan penyembelihan hewan qurban berupa satu ekor sapi. Acara ini dilaksankan di halaman Kantor DPC Partai Demokrat Aceh Selatan pada hari Minggu, 2 Agustus 2020 atau bertepatan di hari ketiga Idul Adha 1441.

Mengingat situasi daerah tengah diterpa lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, maka pelaksanaan acara dilakukan secara sederhana dan menerapkan SOP protokol kesehatan.

Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Selatan Teuku Bustami, SE dalam press releasenya menjelaskan kegiatan tahunan ini terlaksana berkat kerjasama kader Partai Demokrat Aceh Selatan dan bantuan anggota DPR RI asal Aceh yang juga Sekjend DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya (TRH).

” Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh kader yang telah ikut berpartisipasi. Khususnya kepada Bapak Teuku Riefky Harsya yang telah membantu kesuksesan acara ini. Salam hormat dari kami seluruh kader Demokrat Aceh Selatan”, ucap Teuku Bustami yang juga Pimpinan DPRK Aceh Selatan ini.

Selain untuk bersilaturrahmi dan penyembelihan hewan qurban, kegiatan internal terbatas yang diikuti oleh Pengurus Harian DPC, anggota DPRK Fraksi Demokrat dan Ketua DPAC se-Aceh Selatan ini juga bertujuan menyampaikan intruksi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait pandemi Covid-19 yang terus masif hingga kasus positif semakin meningkat.

“Saya ingin meneruskan pesan Ketum AHY agar setiap kader Demokrat harus pro aktif memberikan edukasi dan informasi yang benar dan terukur kepada lapisan masyarakat”, Lanjut Teuku Bustami.

“Seperti kita ketahui, saat ini di daerah kita terjadi lonjakan kasus. Saya tekankan agar seluruh kader mematuhi himbauan pemerintah. Wabah corona ini nyata adanya. Bukan rekayasa. Daerah kita sudah transmisi lokal. Bantu sosialisasikan anjuran pemerintah agar mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Jika tidak begitu penting, untuk sementara ini jangan keluar rumah dulu. Jikapun terpaksa keluar jangan lupa pakai masker, sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, hindari keramaian dan jaga jarak ketika berinteraksi sosial. Ulama kharismatik Aceh, Abu Mudi Samalanga sudah mengingatkan kita semua. Harapan kita, dengan kewaspadaan yang tinggi ini dapat memutus mata rantai siklus penyebaran Covid-19. Mari kita saling mengingatkan. Dari kita, oleh kita dan untuk kita. Disiplin ini bagian dari ikhtiar, seraya kita terus bermunajat kepada Allah SWT agar wabah ini segera berakhir “, pungkasnya yang di amini Sekretaris Erry Zulhendri, Bendahara Rendri Kristian serta Jubir yang juga Ketua Bapilu DPC Partai Demokrat Aceh Selatan Taufik Zain.

Continue Reading

Trending