Connect with us

Aceh Utara

Angin Kencang Terjang Payabakong, Enam Rumah dan Satu Mesjid Ikut Hancur

Published

on

Foto : Kondisi Salah satu bangunan yang terkena dampak angin kencang di Paya Bakong (jarrakposaceh.com/Agus)

Jarrakposaceh.com | Lhoksukon – Angin Kencang disertai hujan deras di Wilayah Gampong Meudru Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara menghancurkan 6 rumah warga dan satu mesjid pada hari Selasa Tanggal 28 Juli 2020 sekira ± Pukul 16.30 WIB

Muhammad Amri Geuchik Paya Meudru menyampaikan kepada Jarrakposaceh.com bahwa ada enam rumah Warga yang mengalami rusak ringan dan satu rusak berat.

Selain rumah warga ada juga Tempat Ibadah yaitu Masjid Baitul Amal dan Kubahnya dibawa terbang bersama angin topan dengan jarak ± 200 meter

Bukan cuma itu, satu unit tempat pendidikan gampong tersebut juga ikut rusak berat yakni TK Bungong Meulu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu akan tetapi 26 Jiwa terpaksa tinggal dibawah tenda tempat pengungsian yang menggunakan dapur umum yang disediakan desa setempat.

“Tidak ada korban jiwa, namun warga harus mengungsi” ujarnya

Akibat kejadian itu, Listrik pun ikut padam disebabkan tumbangnya pohon kayu ke kabel listrik dan jalan induk yg menghubungkan akses tranportasi gampong Paya Meudru dengan Paya Bakong serta Matangkuli.

Berikut Data Korban Akibat Bencana angin topan :1.Husen banta (65) Pedagang, 2.Nurmala (37),IRT 3.Zakaria Ilyas (47)Tani, 4.Muhammad.R (50) Pedagang, 5.Razali (37) Pedagang, 6.Hadijah (50) IRT, 7.Masjid BaitulAmal, 8.TK Bungong Meulu. [agus]

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Aceh Utara

Puting Beliung Terjang Tanah Luas Aceh Utara

Published

on

By

Foto : Kondisi Salah satu rumah warga yang terkena dampak angin puting beliung di kecamatan tanah luas aceh utara pada senin siang (Foto : Agus)

Jarrakposaceh | Aceh Utara- Angin puting beliung menerjang Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Pukul 14:00 wib Hari Senin 20/7/2020

Tgk imum syik Desa Matang Ben salah satu yang ikut korban menyampaikan bahwa korban ada dua Gampong, Selain desanya ada juga desa udi Kecamatan tersebut

“Sampai saat ini belum hidup aliran listrik dirumah saya akibat runtuhan kayu dirumah yang belum dipindahkan” ujarnya

Dirinya juga menambahkan bahwa pihak pemerintah sampai saat ini belum ada upaya apapun menyangkut kejadian itu

“belum ada satu pun pihak kabupaten yang merespon, bahkan pihak SAR pun belum ada” Pungkasnya

Sementara itu, Gesyik Desa Matang Ben Baharudin menyampaikan dirinya telah membuat laporan ke pihak kecamatan menyangkut kejadian itu.

“Sudah kita laporkan, kemungkinan besok ada tindak lanjut dari pemerintah” pungkasnya

Terkait dengan bongkahan kayu dirumah warga dan jalan besok dirinya akan gotong royong dengan masyarakat untuk membersihkannya. [Agus]

Continue Reading

Aceh Utara

Kasi PMG : Geuchik Ridwan Telah Mencemarkan Nama Pemerintah Kecamatan Lhoksukon

Published

on

By

Foto : Kasi PMG Kantor Camat Lhoksukon Samsul Bahri (Foto : Ist)

Aceh Utara, JARRAKPOSACEH — Keuchik Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Lhoksukon Ridwan diminta jangan terlalu jauh menuding dan mencemarkan nama baik pihak Pemerintah Kecamatan Lhoksukon terkait program kegiatan Bimtek.

Hal itu disampaikan oleh Kasi PMG Kantor Camat Lhoksukon Samsul Bahri kepada media ini, pada Minggu (19/7/2020), saat dimintai tanggapannya terkait tudingan dari Keuchik Meunasah Dayah Ridwan, yang disampaikan kepada media.

Sebelumnya di salah satu media Ridwan mengatakan, kalau tidak diajukan Bimtek pihak kecamatan menolak pengajuan yang diajukan oleh Keuchik Meunasah Dayah.

“Tudingan Ridwan Keuchik Meunasah Dayah itu tidak benar, jangan karena  demi mencari kebenaran alasan sama masyarakatnya lalu dia mencemarkan nama baik pihak kecamatan Lhoksukon. Setiap APBG dan RAPBG Yang saya terima dari Geuchik Gampong saya evaluasi jumlah dana sesuai dengan Perbup Aceh Utara, dan sesuai dengan RPJMG dan RKPG, serta Berita Acara persetujuan APBG dan RKPG bersama Geuchik dan Tuha Peut Gampong,” kata Kasi PMG Samsul Bahri.

Dia menambahkan, setelah di evaluasi kebenarannya langsung dibuat SK dan pengantar Camat untuk dibawa berkas ke Kabupaten.

“Berkas saya tolak apabila APBG ada kesilapan atau kekurangan maupun kelebihan dana yang tidak sesuai dengan Pagu di Perbup, dan tidak adanya tanda tangan Tuha Peut Gampong (TPG), serta ada yang lupa di stempel oleh Keuchik dan Tuha Peut di APBG Gampong tersebut, kalau sudah lengkap dan sesuai tidak ada yang kami tolak, kecuali kalau ada yang belum lengkap baru saya panggil Keuchik untuk diperbaiki,” sebut Samsul.

Atas tudingan dari oknum Keuchik itu, Samsul selaku Kasi PMG di Kecamatan itu merasa keberatan dan menganggap sebagai upaya dari Keuchik Ridwan untuk mencemarkan nama baiknya. Karena menurut samsul pihaknya bekerja sesuai dengan Juknis yang ada, semua program desa yang diusulkanpun tentunya harus melalui Musrembangdes serta ada bukti berita acara yang harus ditanda tangani oleh Tuha Peut.

“Berkas itu juga kami periksa supaya ada persetujuan dan tanda tangan Tuha Peut Gampong, kalau sudah lengkap semua tentu kami tidak mungkin menolaknya, semua tentunya harus sesuai dengan ketentuan yang ada. Dan kami berharap atas tudingan dari Keuchik Ridwan yang telah menuding dan mencermarkan nama baik pihak kecamatan, agar dia mau meminta maaf atas tudingan yang dia sampaikan itu,” harap Kasi PMG. (red)

Continue Reading

Aceh Utara

Wakil Ketua Forum Geusyik Lhoksukon Bantah Berita Miring Terkait Bimtek

Published

on

By

Aceh Utara, JARRAKPOSACEH — Wakil Ketua forum geusyik Lhoksukon Ibnu Azwar yang didampingi oleh humas dan bendahara Forum geusyik saat ditemui awak media membantah terhadap tudingan yang dialamatkan kepada Forum Geusyik Lhoksukon terkait Bimtek Geusyik ke Banda Aceh

Dirinya mengatakan, “saya sangat mensesalkan apa yang telah di sampaikan oleh oknum Geusyik tersebut, Karna bimtek ini tidak ada paksaan, buktinya ada dua desa yang tidak ikut bimtek tahun ini, dan ini bukan program titipan jangan ada yang mengatakan ini program titipan”. Katanya

“Tidak Ada unsur paksaan dalam kegiatan bimtek tersebut, ini murni atas kesiapan para Geusyik itu sendiri, dan saya juga punya Buktinya, mereka semua menandatangani berita acara tersebut, Jadi dari mana mereka beramsumsi bahwa ini ada unsur paksaan. tanya geusyik Ibnu kepada Sejumlah awak media

Terkait uang yang disetorkan kepada Forum geusyik, kami forum geusyik ini adalah perwakilan dari Lembaga kajian pelatihan manajemen (LKPM) yang menyelenggarakan pelatihan, jadi bukan kami yang menyelenggarakan pelatihan tersebut, jangan salah paham. kata ibnu Azwar

uang sebanyak 75 juta itu Bukan untuk satu Kegiatan pelatihan, tapi untuk 4 bidang kegiatan pelatihan, jangan salah menafikannya. Bahkan kalo mereka mengatakan tidak ada dalam Musrembangdes, itu mustahil, jika tidak ada musyawarah bagaimana ini bisa ada di APBG, kan Gak masuk di akal. Imbuh wakil Ketua forum geusyik

Ibnu Azwar menambahkan bimtek tersebut gunanya agar pihak desa mengerti dan paham akan BUMG karna salah satu narasumbernya dalam pelatihan tersebut adalah pengurus BUMG BlangKrung Aceh Besar yang sudah sukses dalam membangun BUMG didaerahnya. Katanya

Lanjutnya dan kalau memang kami menyalahi aturan maka perwakilan dari DPMKS Aceh Utara yang diwakillan oleh ibu Hanum mungkin beliau tidak akan hadir untuk membuka acara bimtek di Banda Aceh, Cetusnya

akan tetapi alhamdulillah sesuai dengan hasil pantauan kami beliau hadir dan membuka acara bimtek dengan resmi, beliau juga berpesan agar para peserta nantinya menjadikan BUMG BlangKrung sebagai contoh BUMG yang makmur bagi desa2 di Lhoksukon, tutupnya

Sampai berita ini ditayangkan media ini belum berhasil mendapatkan konfirmasi dengan Kasi Pmd kecamatan Lhoksukon ( Red )

Continue Reading

Trending