DaerahLangsaNews

DPW JASA Kota Langsa Dilantik, ini Pesan Walikota

Jarrakposaceh.com | Langsa – Dewan Perwakilan Daerah Jaringan Aneuk Syuhada di Lantik di Aula Cakra Donya Sabtu 15 Agustus 2020 Malam

Wali kota Langsa dalam Sambutan nya meminta Aneuk syuhada harus kompak dan Saling percaya satu sama lain .

Jika ingin organisasi ini besar maka hargailan pemimpin , “siapa yang menakhodai Organisasi maka orang tersebut harus kita hargai dan taati layaknya sebagai pemimpin ” pungkasnya

Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua KPA, Muzakir Manaf, Walikota Langsa Usman Abdullah,SE, Ketua MUNA Langsa ( Abi Zainal),Anggota DPR Aceh (Irfansyah), Ketua Fraksi PA DPRK Langsa (Maimul Mahdi), Ketua KPA Langsa (M Isa ),Sekretaris PA Langsa (Adlin Furqan), Ketua DPP JASA (Bukhari S.E) dan Humas DPP ( Murhalim S.Pd ) .

Sementara Ketua JASA Langsa, Bustami mengatakan status JASA sudah sah sebagai organisasi dalam negara kesatuan Republik Indonesia bahkan sudah terdaftar di Kesbangpol.

“Kedepan kami berharap kalau bisa ada sekretariat yang tempat berkumpul dan tempat kami bersilaturrahmi” pungkasnya

Ianya juga berharab anggota KPA dan PA bersatu, jangan lah terpecah belah butuh kebersamaan agar cita-cita yang telah di sepakati bisa diwujudkan semestinya

Hal senada juga dikuatkan oleh Ketua DPP JASA Aceh, Bukhari, SE bahwa kehadiran JASA akan memberi energi baru bagi KPA dalam menuntut realiasi butir-butir MoU yang telah fisepakati.

Dan JASA menjadi wadah silaturahmi bagi para anak syuhada yang kita tahu selama ini tercerai berai tidak tahu arah melangkah. Dengan ada organisasi ini menjadi wadah kita berkumpul dan melahirkan gagasan yang positif bagi Aceh.

“15 tahum sudah damai, namun belum semunya butir-butir MoU direalisasikan, makanya kedepan JASA akan menuntut apa yang telah disepakti para pejuang Aceh dulu tersebut” ujar Bukhari

Sememtara itu, Pembina JASA Aceh, M Jhony mengatakan JASA kita dirikan karena melihat kondisi para aneuk syuhada yang mulai kehilangan arah terhadap Aceh, bahkan kerap mareka dimamfaatkan oleh pihak-pihak demi kepentingan tertentu.

Selanjutnya Jhony juga menyebutkan MoU adalah warisan para syuhada yang telah berjuang untuk Aceh. Maka kami para Aneuk syuhada akan meneruskan warisan tersebut.

Sementara Partai Aceh adalah alat perjuangan politik dalam upaya mensejahterakan masyarakat Aceh, bukan malah sebaliknya menjadi alat untuk pemecah belah.

Ketahui lah kepada seluruh pejuang Aceh, bahwa ada pihak yang menargetkan agar butir-butir MoU Helsingky tidak berjalan

“salah satu cara ingin menghancurkan MoU, dengan menghancurkan GAM, karena dengan hancurkan GAM maka akan hancur juga PA” ungkap Jhoni

Mualem juga ikut berpartisipasi dalam menyemangati sejumlah Anek yujad Aceh yang hadir di tempat tersebut

Selain kekompakan dalam sebuah organisasi harus juga menumbuhkan sikap transparansi sesama agar rasa saling curiga itu tidak lahir dalam menjalankan organisasi

“Aneuk syuhada sebagai pemegang estafet masa yang akan datang” tutup Mualem [AL]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button