News

Sekda Diminta Pikir Ulang Ajakan Isolasi Mandiri

Banda Aceh – Dalam rangka memperingati program Gerakan Tenaga Kesehatan (Nakes) Aceh Cegah Covid-19 (Gencar), serta Hari Kesehatan Nasional Ke-56, Pemerintah Aceh melalui Sekda Aceh, Taqwallah dalam keterangan yang disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengajak seluruh masyarakat yang punya gejala dan kontak erat dengan suspect corona untuk melakukan isolasi mandiri, Sabtu (31/10/2020).

Ajakan itu dimulai pada tanggal 1 November 2020 hingga 10 November 2020.

Ajakan Pemerintah Aceh ini langsung mendapat respons dari salah seorang budayawan Aceh, Herman RN.

Menurutnya, ajakan Sekda ini harus dipikir ulang, pasalnya isolasi mandiri selama sepuluh hari kedepan banyak menimbulkan mudharat dibandingkan manfaatnya.

“Kalau ajakan Sekda seperti ini, seharusnya dapat melihat terlebih dahulu kondisi masyarakat kurang mampu, terutama masyarakat yang bergantung pada upah harian”, terangnya.

Lanjut Herman, kalau ini ditindaklanjuti, bagaimana nasib ojek online, tukang becak, nelayan, buruh bangunan, dan pegawai kecil, tidak beraktivitas selama 10 hari. Kondisi ini sama halnya dengan mengurangi porsi makan lima sampai sepuluh hari.

“Jika Pemerintah Aceh berani memberikan Rp.100.000,- per hari per KK, maka ajakan ini boleh disikapi. Kalau perlu pertegas dengan sanksi bagi yang melanggar, tapi sediakan dulu Rp.1.000.000,- per KK untuk 10 hari isolasi bagi semua masyarakat Aceh tanpa pandang status sosial”, jelasnya.

Herman yang sehari-hari berkhidmah untuk kerja sosial dan kearifan lokal Aceh itu menyarankan sebaiknya Sekda ke depan banyak berpikir sebelum mengeluarkan kebijakan.

“Hampir semua kebijakan Sekda yang menggunakan akronim ini akronim itu menuai kritik bahkan protes dari masyarakat Aceh.

Hal ini mengisyaratkan agar Sekda jangan cepat mengeluarkan kebijakan tanpa mempertimbangkan efek sosial dan kearifan lokal masyarakat Aceh,” tegas Herman.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button