News

Banjir di Aceh Utara Terparah Dalam Sejarah

ACEH UTARA, Jarrakposaceh.com – Banjir akibat Curah hujan tinggi dan jebolnya sejumlah tanggul hampir menenggelamkan Ibukota Kabupaten Aceh Utara Kota Lhoksukon.

Pantauan Di Lokasi pada Minggu 6 Desember 2020 Sore , air masih mencapai 1 meter lebih sehingga melumpuhkan segala aktivitas di Lhoksukon, banjir tersebut juga melanda sebagian besar Kecamatan lainnya di Aceh Utara seperti Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu, Paya Bakong, Tanah Luas, Nibong, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Geurudong Pase, Kuta Makmur, Cot Girek, Langkahan, Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktia Barat dan sekitarnya.

Begitu juga dengan jalur transportasi dari arah Banda Aceh sempat lumpuh sekitar Pagi sampai siang karena sejumlah mobil penumpang dan mobil barang terjebak ditengah banjir.

Sementara kendaraan dari Arah Medan juga terjadi kemacetan panjang hingga 20 KM dari Minggu malam hingga siang.

Di Seputaran Kota Lhoksukon juga terlihat semua Ruko, rumah, Perkantoran dan kendaraan pribadi terendam banjir.

Salah satu warga Lhoksukon, Ardani mengatakan air sudah naik sejak Jumat 4 Desember 2020.

“Semua rumah, Toko maupun perkantoran terendam banjir, tidak ada barang yang bisa diselamatkan, ratusan KK sudah mengungsi,” katanya

Ia juga mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah dalam sejarah di Aceh utara, hingga melumpuhkan aktivitas dan transportasi.

Lhoksukon memang langganan banjir setiap Tahun, tapi kali ini sangat parah, aktivitas lumpuh total hingga menimbulkan kemacetan,” tutupnya.

Sementara Rahmat ( 33 ) warga Desa Alue Muden kepada Jarrakposaceh.com, berharap kepada pemerintah Aceh maupun Aceh utara untuk mencari solusi dan semacam edukasi sosialisasi pemerintah kepada masyarakat ketika menghadapi bencana banjir tiba, harap warga.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button