News

Muhammad Nazar Sosok Yang Tepat Mengisi Posisi Wagub Aceh

Banda Aceh, Jarrakposaceh.com – Proses pengisian sisa masa jabatan wakil gubernur (wagub) Aceh periode 2017-2022 yang hampir terabaikan, dalam sebulan setengah terakhir ini mulai mendapatkan perhatian serius publik secara meluas, khususnya sejak munculnya nama Muhammad Nazar, wagub Aceh periode 2007-2012 yang pernah mendampingi gubernur Irwandi Yusuf selama lima tahun penuh. Tak terkecuali, para kader partai pengusung pasangan Irwandi – Nova pada Pilkada 2017 lalu, tokoh masyarakat hingga pengamat dan lembaga paguyuban baik di Aceh maupun di luar Aceh juga ikut memberikan masukan-masukan kepada gubernur selaku pembina sosial politik di Aceh maupun partai-partai pengusung, agar segera memproses pengisian sisa jabatan wagub Aceh periode 2017-2022 dengan serius dan ikhlas.

Abu Khaidir, jurkam aktif Irwandi-Nova selama Pilkada 2017 dan salah seorang kader PNA, meminta kepada gubernur Nova Iriansyah maupun partai-partai pengusung untuk benar-benar serius melaksanakan proses yuridis dan politik demokrasi itu dalam waktu secepatnya.

“Tujuannya untuk kebaikan Aceh, untuk pembangunan dan kelanjutan perdamaian di Aceh. Seperti diketahui pembangunan Aceh itu perlu dinormalkan kembali, diperbaiki dan diawasi. Perdamaian wajib diisi dan tak boleh gagal karena ada indikasi monopoli kekuasaan,” kata Abu Khaidir meyakinkan.

“Tak elok sama sekali jika terkesan ada upaya menunda-nunda, apalagi jika ada upaya meniadakan pengisian sisa masa jabatan wagub. Jika itu terjadi maka hal itu pasti merugikan Aceh, melanggar UU- PA dan semakin memperlambat pembangunan. Malah hal itu berpotensi membangkitkan kembali konflik yang tak diharapkan sama sekali,” sambungnya lagi.

“Hal yang paling penting juga dalam pengamatan dan penilaian saya, lanjut Abu Khaidir yang dikenal dekat dengan kalangan pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat itu adalah bahwa pengisian posisi sisa masa jabatan wagub Aceh bukan sekedar penting karena perintah undang-undang. Namun pengisian jabatan wagub Aceh memang suatu kebutuhan mendesak masyarakat, pembangunan dan penguatan perdamaian, juga seorang wagub Aceh itu memiliki kewenangan khusus selain membantu gubernur,” jelas Abu Khaidir.

Dengan demikian seperti disarankan dan diharapkan kalangan masyarakat yang tiap hari dipublikasikan di berbagai media dalam dua bulan terakhir ini, agar gubernur Nova Iriansyah maupun partai-partai pengusung haruslah punya kemauan serius dalam memproses pengisian jabatan wagub Aceh itu dengan mencalonkan figur yang berpengalaman, berkemampuan dan punya nilai lebih dalam rangka membantu gubernur dan kepentingan Aceh.

“Jadi wagubnya nanti harus wagub benaran, jangan wagub abal-abal karena pos wagub itu bukan jabatan dengan tugas seperti panitia sepak bola tingkat kampung, tapi ikut memimpin pembangunan dan membantu gubernur dengan tugas-tugas yang amat sangat berat. Jangan lupa untuk diingat bahwa beban Aceh itu berat, sementara sisa masa jabatan singkat. Tak lagi ada waktu untuk belajar peutimang bruek kreueng, cara memimpin rapat dan sebagainya,” tegas Abu Khaidir.

“Menurut warga Aceh, mulai masyarakat umum hingga tokoh dan akademisi, yang saya pantau dan dengar di berbagai tempat yang berbicara tentang harapan dan kehendak mereka tentang siapa figur yang paling layak atau paling ideal untuk mengisi jabatan itu, semuanya menginginkan dan bahkan meminta kepada partai pengusung agar nama mantan wagub Muhammad Nazar yang harus segera difinalkan pencalonannya untuk divoting di DPRA,” nilai Abu Khaidir.

Maka karena itu pula, dari sejak awal ketika namanya mulai beredar di masyarakat luas sebagai salah satu bakal calon wagub yang diharapkan, saya langsung mengungkapkan pendapat yang sama dengan mereka. “Kita tak boleh cemburu, tak boleh iri.

Harus diakui, seorang Muhammad Nazar itu adalah memang yang paling layak dari segala sisi dibandingkan nama-nama lain yang bermunculan dalam beberapa bulan terakhir terkait siapa yang pantas mengisi pos jabatan itu,” ia menilai.

“Maka bukan hanya untuk PNA, untuk partai-partai pengusung lain juga kita harapkan ikut mengusung Muhammad Nazar. Dia itu aset Aceh dengan kemampuan yang hebat dalam pembangunan dan kepemimpinan. Partai-partai pengusung jangan gembling lagi untuk urusan pengisian pos jabatan wagub Aceh itu. Finalkan saja nama Muhammad Nazar jika memang benar-benar ingin membangun dan pro-rakyat,” pinta Abu Khaidir menutup pendapatnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button