Aceh SelatanDaerahEkonomiNews

Kemarau, Ancam Sektor Pertanian di Kluet Timur.

Kluet Timur, JARRAKPOSACEH – Dampak dari musim kemarau, tanaman nilam milik para petani di Kecamatan Kluet Timur mulai layu dan tidak sedikit pula mati muda Seperti yang terlihat di kawasan hutan desa yang berada di Dusun Tanah Munggu dan Labah
Rambung Gampong Durian Kawan Kecamatan Kluet Timur. Sejak awal tahun 2021 hujan tak
kunjung datang membuat nilam di ladang-ladang warga mulai layu sehingga menyebabkan
kematian pada tanaman tersebut.

Akibat dari kondisi ini, para petani mengaku mengalami kerugian yang sangat besar jika
dibandingkan dengan nilam yang di panen pada waktu yang semestinya.

“Umur rata-rata nilam ini 7-8 bulan, jika dipanen dengan umur seperti itu hasil minyaknya ketika
di masak berkisar 1,5 sampai 1,7 kilogram per 30 kilo daun kering. Sementara saat ini nilamnya
terpaksa dipanen berkisar antara umur 3-5 bulan hasilnyapun sangat jauh cuman 5-7 ons saja per 30 kilo daun keringnya” ungkap Mamat (40) saat memasak nilam warga di tempat penyulingan nilam miliknya yang masih berada disekitar ladang warga.

Ditambahkan Mamat, tidak sedikit juga para petani harus mengalami kerugian total sebab umur nilam dibawah 3 bulan belum bisa dimasak sebab kadar minyaknya tidak ada, sehingga harus dibiarkan oleh warga mengering dan mati.

Sementara petani lain, Basirun (45),mengungkapkan dengan kondisi seperti ini akan berdampak pada musim tanam kedepannya dimana petani sudah tidak mempunyai bibit nilam lagi.

“Selain nilamnya layu, umur masih muda seperti ini belum bisa diambil batangnya untuk dijadikan
bibit” ujar Basirun.

Dijelaskannya juga, meski sudah terbiasa menghadapi musim kemarau, tapi belum mengetahui cara menimalisir kerugian saat kemarau melanda, sebab mereka masih melakukan sistem ladang tradisional.

Untuk itu, Basirun, berharap ada langkah dari pemerintah melalui dinas terkait untuk memberikan pelatihan dan alat bantu bagi para petani agar jika terjadi musim kemarau kedepannya masyarakat bisa mencegah kerugian dengan jumlah yang besar.


Sawah Milik Warga Juga Mengalami Kekeringan.

Foto : Kondisi sawah warga akibat musim kemarau di Dusun Tanah Munggu dan Labah Rambung, Gampong Durian Kawan Kecamatan Kluet Timur.

Sejumlah lahan persawahan milik warga Dusun Tanah Munggu dan Labah Rambung, Gampong Durian Kawan Kecamatan Kluet Timur juga mengalami kekeringan. Mereka tidak bisa berbuat
banyak dan khawatir bila terjadi gagal panen. Kekeringan ini dampak dari musim kemarau yang
melanda sejak awal tahun 2021.

“Jika tidak ada hujan dalam dua minggu ini, kita yakin padi akan layu dan akan mati karena
kekeringan ini” terang Safrizal, Kepala Dusun Labah Rambung.

Hamparan tanaman padi yang mengalami kekeringan itu sekitar 50 hektar dan kini berusia
antara 20-30 hari.

Selain disebabkan musim kemarau, lahan-lahan milik para petani yang mengalami kekeringan
ini juga dikarenakan belum adanya saluran air yang memadai. Selama ini warga hanya
mengandalkan aliran air dari gunung dan air hujan.

Saluran irigasi yang berhulu dari Sungai Kluet di Gampong Paya Dapur, memang melintasi
kawasan ini, akan tetapi air tidak masuk ke persawahan warga karena tidak adanya irigasi kecil yang membagi air dari irigasi induk.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button