News

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Diminta Serius Menangani Masalah Nilam

Tapaktuan, Jarrakposaceh.com – Para petani Nilam di Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan kondisi Nilam.

Bukan tanpa sebab, keluhan yang dialamatkan kepada pemerintah Kabupaten Aceh Selatan ini dinilai kurang mendapatkan perhatian, sehingga petani Nilam kesulitan dalam mengembangkan potensi yang ada.

Salah seorang petani Nilam asal Koto Menggamat Halim Syah, pada media ini menjelaskan bahwa dirinya dan para petani Nilam meminta kesediaan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar melihat langsung keluhan petani Nilam di Kabupaten Aceh Selatan, khususnya di Kecamatan Kluet Tengah.

Menurutnya, kelompok tani Nilam yang ada di Menggamat pernah mengajukan permohonan kepada Bupati Aceh Selatan meminta agar petani Nilam dapat difasilitasi, baik dari sisi pembinaan maupun pendampingan.

“Kami pernah mengajukan permohonan kepada Bupati Aceh Selatan meminta agar dapat difasilitasi untuk diberikan pelatihan maupun pembinaan, terutama masalah bantuan kepada para petani Nilam yang ada di kemukiman Menggamat”, terangnya.

Kondisi ini dibenarkan oleh aktivis lingkungan, Joe Nagoya Selian.

Pada media ini, Joe menjelaskan seharusnya pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bisa melihat potensi yang dimiliki Aceh Selatan.

Joe menambahkan, dalam mengembangkan komoditi Nilam di Aceh Selatan, khususnya di Kecamatan Kluet Tengah Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan benar-benar dapat menunjang petani Nilam, sehingga mereka tidak kesulitan.

“Mengingat wilayah Kluet Tengah ini memiliki potensi alam yang baik untuk ditanami Nilam, sehingga potensi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah Kabupaten Aceh Selatan”, jelas Joe, Sabtu (20/2/2021)

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan jangan membuang badan melihat permasalahan yang dihadapi petani nilam saat ini di Menggamat.

“Keluhan ini saya pikir sangat wajar ketika petani Nilam terus berupaya menumbuhkan Nilam, namun hasil yang didapat mereka tidak sesuai dengan harapan, sehingga petani Nilam merugi”, terangnya. (SG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button