BudayaDaerah

Penutupan Pelatihan Teater Monolog

Banda Aceh – Setelah 4 hari melaksanakan pelatihan teater monolog bagi guru, pelatih sanggar/komunitas, Syahru Arbi, SP., MM, Kasi Pengembangan SDM dan Lembaga Kesenian Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaa dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh secara resmi menutup Pelatihan Teater Monolog di meeting room Jeudah I Hotel Madinatul Zahra Banda Aceh, Sabtu (27/2/2021).

Selama proses pelatihan, para peserta dilatih untuk memahami berbagai teknik dasar dalam berteater, diantaranya teknik menjiwai peran, teknik konsentrasi, olah vokal, dan beberapa teknik lainya.

Setelah selesai pelatihan, diakhir sesi diadakan kegiatan praktek studi panggung dan diskusi bedah karya. Peserta diminta mempersentasikan hasil pembelajaran yang didapat selama mengikuti pelatihan yang diadakan Disbudpar Aceh.

Syahrul Arbi, SP., MM, Kasi Pengembangan SDM dan Lembaga Kesenian Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh menyampaikan sambutannya sekaligus menutup kegiatan pelatihan, dengan harapan pengetahuan yang didapat selama 4 hari pelatihan, dapat diterapkan di setiap sekolah maupun sanggar.
“Tentu para peserta sudah banyak mendapatkan ilmu, teori, bagaimana membuat teater monolog itu lebih berkualitas lagi, kemudian terupdatenya SDM Guru/pelatih yang nantinya bisa diterapkan di sekolah,” ujar Syahrul.

Syahrul menyampaikan sesuai tujuan dan target melalui pelatihan ini kedepannya diharapkan akan ada event cabang seni teater, karya teater yang dapat bersaing di tingkat daerah dan Nasional.

“Semoga cita-cita ini bisa terwujud, ini merupakan program awal, kita akan terus evaluasi, dan kita tingkatkan kualitas teater monolog untuk bisa tampil, sehingga SDM teater dapat diberi ruang,”

Syahrul menambahkan selama ini kesenian teater masih kurang di pentaskan, hanya jenis tarian-tarian yang lebih sering di tampilkan.
“Mari sekarang kita melihat bahwa seni itu luas,” ujarnya.

Nurlaila Hanjah, S.Sos, Kabid Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh selaku ketua panitia kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal untuk membuka wawasan peserta setelah lama terhenti.
“Kita memotivasi kembali para pecinta seni teater, khususnya pendatang baru yang mempunyai potensi terutama kaum Milenial, sebagai langkah meregenerasi,” ujarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button